Siapa sih yang tak kenal tokoh dunia satu ini? dia adalah Albert
Einstein sang penemu bom atom dan pencetus teory relativitas, Einstein
dengan kejeniusannya banyak mengundang ketertarikan orang lain untuk
menyelidiki perihal kepribadiannya sendiri. Berikut ini 5 fakta menarik
tentang Einstein di luar kepopulerannya sebagai pencipta bom atom yang
menjadikannya terkenal namun kemudian disesalinya karena efek destruktif
pada peradaban manusia seperti yang terjadi pada kota Hiroshima dan
Nagasaki. beribu tahun yang lalu
1. Einstein menolak jabatan Perdana Menteri Israel
Pada tanggal 9 November 1952, setelah kematian presiden pertama Israel
Chaim Weizman, Einstein ditawari untuk menduduki jabatan Perdana Mentri
oleh Pemerintah Israel, tetapi dia menolak tawaran tersebut karena ia
merasa terlalu tua dan tidak memiliki cukup pengalaman untuk pekerjaan
ini, alasan Einstein ditawari menjadi Perdana Mentri karena ia orang
Yahudi yang sangat populer dan dihormati di kalangan orang-orang Yahudi.
2. Einstein tidak pernah memakai kaus kaki
Hal ini sangat aneh dan menarik tapi itu adalah 100% benar, Einstein
tidak pernah memakai kaus kaki sepanjang hidupnya dengan alasan bahwa
kaus kaki suatu saat akan berlubang, lalu mengapa harus memakai kaus
kaki dan sepatu bersamaan kalau keduanya akan baik baik saja, pemikiran
yang aneh.
3. Einstein dan penemuan kulkasnya
Sebagian besar orang berpikir bahwa Einstein hanya seorang ilmuwan
teoritis, tetapi tidak banyak orang tahu bahwa ia memiliki pegangan yang
sangat baik pada ilmu pengetahuan praktis. Menurut penelitian, Albert
Einstein menemukan kulkas setelah menulis teori terkenal tentang
Relativitas , tetapi sayangnya penemuannya tidak pernah masuk ke
produksi.
4. Einstein memiliki anak di luar pernikahan
Menurut penelitian terbaru, Einstein memiliki hubungan intim dengan
kekasihnya, Mileva Maric pada akhir 1890. Sebelum melakukan perkawinan,
Milea Maric mendapati dirinya hamil dan mereka memutuskan untuk
menyembunyikan anaknya, Einstein menikah satu tahun kemudian setelah ia
mendapat pekerjaan.
5. Einstein gagal ujian sekolah
Sudah menjadi pengertian umum bahwa orang yang gagal dalam ujian tes
sekolah itu adalah siswa bodoh, tetapi ini tidak berlaku untuk seorang
Albert Einstein. ketika ia tidak lulus ujian masuk sekolah karena gagal
dalam pelajaran bahasa dan budaya, dia malah menjelma jadi seorang
ilmuwan yang luar biasa dan menjadi salah satu tokoh dunia yang paling
terkenal.
Minggu, 20 November 2011
5 Profesi dengan Tingkat Stres Paling Tinggi
"Ada aspek-aspek tertentu dari setiap pekerjaan yang dapat berkontribusi atau memperburuk depresi. Seseorang yang memiliki pekerjaan dengan tingkat stres tinggi, memiliki kesempatan lebih besar untuk mengelolanya sendiri dan jangan ragu untuk mencari bantuan," kata Deborah Legge, PhD, ahli kesehatan mental dari Amerika Serikat, seperti dikutip dari Health.com.
Berikut daftar lima profesi dengan tingkat stres paling tinggi. Tak perlu khawatir, jika profesi Anda masuk dalam daftar ini. Anda hanya perlu melatih diri untuk mengelola stres dengan baik dan jangan segan meminta bantuan profesional untuk mengatasinya.
1. Pengasuh anak, orang jompo atau orang sakit
Pengasuh anak dan orang jompo berada di peringkat pertama. Sebanyak 11 persen orang dengan profesi ini, mengalami depresi cukup serius.
"Pekerjaan mereka meliputi menyuapi, memandikan dan mengawasi anak, orang jompo atau orang sakit yang seringkali sulit mengekspresikan rasa terimakasih dan apresiasi, karena mereka terlalu sakit atau terlalu muda. Ini sangat memicu stres karena mereka tak banyak mendapat masukan positif," kata Christopher Willard, psikolog klinis dari Tufts University dan penulis buku 'Child’s Mind'.
2. Staf pelayanan makanan
Berada di peringkat dua, profesi dengan tingkat stres tinggi adalah staf pelayanan makanan. Dengan bayaran yang rendah, mereka harus bekerja cepat, mengingat pesanan, belum lagi mendapat komplain yang tak habis-habisnya baik dari konsumen maupun atasan.
"Profesi ini paling sulit mendapat ucapan terimakasih. Orang bisa sangat kasar pada pelayan restoran," kata Willard.
3. Pekerja medis
Ini termasuk dokter, suster, terapis dan profesi medis lain, yang dituntut untuk merawat orang lain semaksimal mungkin. Sementara, mereka hanya memiliki waktu sedikit untuk merawat dirinya sendiri. Mereka juga tak memiliki jam kerja yang pasti.
“Setiap hari mereka berhadapan dengan kesakitan, trauma, kematian, belum lagi reaksi emosi dari anggota keluarga," kata Willard.
4. Pekerja sosial
Berhadapan dengan berbagai masalah sosial, seperti kekerasan anak dan rumah tangga, tentunya membuat seseorang jadi lebih sensitif. Belum lagi kadang harus berjuang melawan birokrasi. Ini memang pekerjaan yang butuh pengorbanan besar.
5. Seniman, penghibur dan penulis
Risiko pekerjaan ini adalah bayaran yang tak teratur, jam kerja yang tidak jelas, termasuk terisolasi dari dunia luar. Orang-orang kreatif dengan profesi ini juga diketahui memiliki tingkat gangguan depresi yang cukup tinggi.
"Saya melihat banyak seniman yang mengalami gangguan bipolar. Pada orang yang sangat artisitik seringkali gangguannya sulit didiagnosa dan diatasi," ujar Willard.
Sumber : http://kosmo.vivanews.com/
Langganan:
Postingan (Atom)
